Kamis, 28 April 2011

Tingkatan Menjadi Orang yang Bertaqwa

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu alaa Rosulillah SAW wa ala aalihi, wa shahbihi, wa mawwalah. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzim.
Serangkaian nikmat telah kita dapatkan, maka sudah selayaknya kita berucap syukur Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Rabb yang telah memberi kenikmatan udara untuk kita bernafas, telah memberi kenikmatan mata untuk kita melihat keindahan dunian ini dan telah memberi kenikmatan tenaga untuk kita berada disini.
Shalawat serta salam semuga tercurah kepada Teladan semua orang, yang selalu berjuang menegakkan Islam di Bumi Allah tanpa putus asa, Nabi Muhammad SAW , keluarga, shahabat dan para para pengikutnya termasuk kita sekalian, dan semoga kita diberi syafa’atnya kelak diakhir zaman nanti. Amien.
Hadirin yang saya hormati, disini kami akan membagi sedikit yang saya tahu kepada ibu-ibu, semuga dapat dipahami, dihayati dan dapat menjadikan kita semua ummat Allah yang berjalan bersama-sama di syurga-Nya nanti. Amien.
Hadirin, sudah sama-sama kita tahu bahwa puasa itu menuntun kita untuk menjadi manusia yang bertaqwa (sesuai dengan Q.S. Al-Baqarah : 183). Kemudian, bagaimana kita bisa menjadi manusia yang bertaqwa? Apakah hanya denagn berpuasa saja. Jawabannya adalah tidak. Puasa adalah salah satu jalan untuk kita menjadi manusia yang bertaqwa, tetapi bukan satu-satunya jalan.
Ada lima tingkatan (tangga) untuk kita menuju manusia yang bertaqwa, yaitu
  1. Mukmin
Mukmin adalah orang yang beriman. Iman berarti percaya. Percaya akan adanya Tuhan, Nabi, Rosul, Kitab-kitab Allah, Hari akhir dan percaya akan ketentuan-ketentuan Allah.
  1. Muslim/Muslimin
Muslim adalah orang yang beragama Islam. Artinya orang yang berpasrah. Pasrah disini tidak boleh diartikan sebagai orang yang haya bisa menerima, tanpa berusaha. Pasrah disini berarti bahwa apabila kita menginginkan sesuatu (ingin semua masalah terselesaikan) naka kita wajib berikhtiar dahulu (berusaha dahulu), kemudian memasrahkan kepada Allah swt.
  1. Muhsin/Muhsinin
Muhsin adalah orang yang selalu berbuat kebaikan. Apalagi di bulan Ramadhan yang indah ini, kita harus berlomba-lomba menuju kebaikan. Shalat 5 waktu harus ditegakkan, shalat sunnah diharapkan untuk wajib kita lakukan, mengaji, banyak berdzikir. Yang jelas, jangan sampai satu detikpun hilang tanpa berbuat baik.
  1. Mukhlis/ Mukhlisin
Mukhlis adalah orang yang berbuat ikhlas. Ikhlas adalah kata yang sangat gampang untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dijalani. Kami contohkan arti ikhlas yang mudah, yaitu ketika (maaf) kita buang air kecil atau buang air besar. Setelah selesai, kita pasti akan melupakannya dan bahkan merasa lega. Nah, itulah sedikit contoh keikhlasan. Kita akan melupakannya dan kita akan merasa lega ketika ikhlas melakukan sesuatu.
  1. Muttaqin
Muttaqin adalah orang yang bertaqwa. Ciri-ciri oang yang bertaqwa (sesuai dengan Q.S. Ali imran : 134-136) adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, baik diwaktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, memaafkan kesalahan orang lain, mereka yang selalu ingat akan Allah, dan mereka yang memohon ampun atas dosa-dosanya. Maka bagi mereka adalah ampunan dari Allah dan Syurga-Nya.

Demikianlah yang dapat kami kedepankan semoga ada manfaatnya. Mohon maaf lahir batin atas segala kekurangan dan kesalahan kami. Diakui jauh dari sempurna, namun itu sebagai bukti kesempurnaan diri kami sebagai manusia yang tidak pernah sempurna.
Marilah kita bersama –sama berdoa Semoga Allah berkenan menerima amal kita, mengampuni segala kesalahan kita dan semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadlan - bulan Ramadlan mendatang. Amin.
Ya Allah - Tuhan kami, kami yang hari ini berkumpul disini, dibumi-Mu ini, bersujud simpuh menundukkan kepala, memusatkan perhatian kehadirat-Mu, memohon ampunan dan maghfirah dari-Mu. Kami sadar dan kami akui sangat banyak dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan., Kesombongan, ketakaburan, kedzoliman, kecerobohan, ke riyaan, kedengkian, keirian, terlalu sering menyelimuti kehidupan kami ini, kami sering lupa kepadamu ya Allah.
Namun kami yakin dan sangat sadar, kasih sayang dan ampunan-Mu jauh lebih besar dan lebih luas dari murka-Mu dan seluruh dosa kami. Oleh karena itu ampunilah segala kesalahan kami, kesalahan orang tua kami, nenek kakek kami, guru-guru kami, paman bibi kami, kesalahan kakak adik kami, kesalahan anak cucu kami, agar di hari yang mulia ini, semua kembali dalam keadaan fitri dan suci.
Ya Allah Ya Rabb, semoga diri kami bisa membawa kedamaian jika terjadi dendam, membawa maaf bila ada kebencian, membawa ampunan bila terdapat kesalahan, membawa kerukunan bila terjadi perselisihan, membaa kebenaran di tengah kesesatan, membawa harapan ditengah kecemasan.
Ya Allah Ya Rab berilah kemampuan agar kami lebih pandai bersyukur, lebih suka memberi dari pada diberi, lebih dahulu mencintai dari pada dicintai, lebih senang menghibur daripada dihibur, lebih mampu memahami daripada hanya dipahami, lebih pandai menghormati daripada hanya minta dihormati.
Rabbana a tina fid-dun-ya hasanah wa fil a khirati hasanah, wa qina adza bannar. Wal hamdu lillahi rabbil alamin.

0 komentar:

Slider

Loading...

Video

Loading...

Bagaimana Penilaian Anda Dengan Blog Ini ?

Back to TOP